Langsung ke konten utama

Postingan

21 Tahun

21 tahun yang lalu seorang anak dilahirkan di sebuah keluarga sederhana. Sang Ayah, yang seorang pedagang, memanjatkan do'a, berharap sang anak diberikan hidup yang jauh lebih baik dari Sang Penguasa. Sang Ibu, seorang wanita pekerja kasar, memanjatkan do'a, berharap sang anak kelak akan menjadi seorang yang bermanfaat di masyarakat. 21 tahun berlalu, sang anak tumbuh besar, mengenal dunia. Ia bersanding dengan masyarakat, mencari jati diri  dengan pesan yang diberikan oleh orang tuanya. Tidak satupun hari Ia berdiri di dunia tanpa memikirkan siapa Ia, untuk apa Ia dilahirkan.  21 tahun berlalu, sang anak diajarkan untuk tumbuh besar. Mengenal kebaikan, lalu keburukan sebagai pendamping.  Dua hal yang tak dapat dipisahkan. Sang anak mengenal kasih sayang, senyuman. Ia berharap hidup akan tetap seperti itu. Namun tak pelak, keburukan datang mengajarkan sang anak arti kehidupan lebih besar dari sebuah kata bahagia yang Ia terima dari orang tuanya. 21 ta...

The Dreamy Idealist

The Dreamy Idealist atau Idealis Pemimpi sangat berhati-hati dan oleh karenanya tampak pemalu dan pendiam bagi orang lain. Mereka berbagi kehidupan emosional mereka yang kaya serta pendapat-pendapat kuat mereka dengan sedikit sekali orang. Namun orang sering keliru menilai mereka dingin dan pendiam. Mereka memiliki sistem nilai-nilai dan prinsip-prinsip yang murni dan mulia yang menonjol di dalam diri mereka yang demi hal-hal itu mereka bersedia mengorbankan banyak hal. Joan of Arc atau Sir Galahad adalah contoh tipe kepribadian ini. Tipe Idealis Pemimpi selalu berusaha keras memperbaiki dunia. Mereka dapat sangat memikirkan orang lain dan melakukan banyak hal untuk mendukung mereka dan membela mereka. Mereka tertarik dengan sesama mereka, penuh perhatian dan murah hati terhadap mereka. Begitu antusiasme mereka akan suatu hal atau orang bangkit, mereka dapat menjadi pejuang yang tak kenal lelah. Bagi tipe Idealis Pemimpi, hal-hal praktis tidak benar-benar penting. Mere...

Aku, si Promo Seeker Sejati

Selamat sore, Jakarta. Yup, ini hari Sabtu, selamat berakhir pekan. Mungkin ada yang sedang berlibur bersama keluarga atau hanya istirahat di rumah. Apapun yang anda lakukan hari ini, semoga bermanfaat.                   Kebetulan hari ini saya harus masuk kantor untuk mengerjakan tugas yang belum sempat terselesaikan. Sambil mengerjakan tugas kantor, saya mengingat bagaimana reaksi saya ketika mendengar kata promo. Yup, senang bukan kepalang, bah durian runtuh, atau mungkin bisa loncat – loncat saking senangnya.                  Sebagai seorang pekerja, saya terbilang cukup sering mencari promo. Bahkan di kantor mendapat julukan “Berondong Promo Seeker”. Ya, karena saya karyawan termuda di kantor, dan banyak orang teman kantor yang sering minta info promo. Terlebih promo tiket pesawat dan hotel. Hampir setiap hari a...

Kado Ulang Tahun Indonesia : Lomba Kejar Dollar.!

                Mikirin nilai tukar rupiah terhadap USD yang terus merosot. Pusing. By the way, gue sebagai orang awam memang gak begitu paham soal ini. Beberapa bulan ke belakang, portal berita di Indonesia penuh dengan berita merosotnya nilai mata uang rupiah terhadap USD. Gue bukan ekonom, gue juga bukan pegawai bank. Dari sekian banyak berita yang gue baca, penguatan USD, dan melemahnya mata uang Negara kita ini, menunjukkan sebuah pelemahan ekonomi di Indonesia. Pun, gue gak tau pasti gimana perhitungan nya. Gue bertanya ke beberapa orang, apa salah satu penyebab merosotnya nilai tukar rupiah beberapa waktu ini? Well, sebagian bilang karena The Fed menaikkan suku bunga nya. Bagi yang belum tau apa itu The Fed, silahkan cari di Google. Orang-orang yang menjawab kayak gini mungkin sudah paham betul tentang dunia finansial. Lalu, apa jawaban sebagian yang lain, mereka bilang karena kita masyarakat Indonesi...

Balada Orang Kantoran

Jakarta seolah tidak akan berhenti menulis cerita hidup saya. Bangun di pagi hari, ngantor, pulang di sore hari. Kota ini menulis cerita yang sama setiap hari. Bahkan tidak jarang berpapasan dengan orang yang sama. Ini hari Jum’at, seperti biasa, hari ini ngantor sedikit santai. Sepatu yang biasa membungkus kaki pun didepak oleh sandal jepit kesayangan. Ya, inilah hari Jum’at. Berbeda seperti hari lain menjadi sangat biasa. Kebetulan akses ke kantor mudah, naik kereta dan cusss .. sampai di kantor. Toh, naik kereta sekarang nggak separah dulu. Kalau dulu harus antri untuk beli tiket, sekarang berbeda. Pakai kartu ajaib, tinggal tempel langsung jalan. Jauh lebih tertib. Ngomong-ngomong soal kartu ajaib, sebenarnya ini soal teknologi. Masyarakat biasa menyebut kartu ini ‘uang elektronik’. Saya, sebagai orang yang melek teknologi, bukan hanya karena sering baca kolom teknologi, tapi karena posisi saya sebagai Orang TI di kantor, mengenal teknologi yang disebut NFC atau Near Fie...